Transfer Stok Antar Gudang/Outlet: Alur 2 Langkah, Barang dalam Perjalanan & Pencatatannya
Cara mencatat transfer stok antar gudang dan outlet dengan alur kirim–terima: lokasi stok dalam perjalanan, penanganan selisih penerimaan, nilai persediaan per lokasi, ongkos kirim antargudang, dan contoh jurnalnya.
Oleh Tim Solvy · Tim produk & implementasi Solvy
Transfer stok antar gudang adalah pemindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lain milik perusahaan yang sama, misalnya dari gudang pusat ke outlet. Total stok perusahaan tidak berubah dan tidak ada laba; yang berubah hanya lokasinya. Agar barang tidak "hilang di jalan", catat transfer dalam dua langkah: kirim (stok gudang asal berkurang dan barang berstatus dalam perjalanan), lalu terima (gudang tujuan menghitung, baru stoknya bertambah).
Panduan ini merinci bagian transfer di panduan manajemen stok barang: alur kerja, selisih penerimaan, nilai persediaan per lokasi, ongkos kirim, dan transfer di akhir bulan, dengan contoh angka dalam Rupiah.
Kapan transfer stok terjadi dan mengapa perlu dicatat rapi
Transfer stok, yang sering juga disebut mutasi stok antar cabang, muncul begitu usaha punya lebih dari satu tempat penyimpanan. Pola yang paling umum:
- Gudang pusat ke outlet. Pengisian ulang rutin, misalnya setiap Senin dan Kamis.
- Outlet ke outlet. Barang kosong di satu cabang tetapi menumpuk di cabang lain.
- Outlet kembali ke pusat. Barang lambat laku, barang musiman yang sudah lewat musimnya, atau retur pelanggan yang perlu diperiksa.
- Dapur pusat ke gerai. Usaha kuliner sering mengirim bahan setengah jadi dari dapur pusat ke beberapa gerai.
- Ke area karantina. Barang rusak atau yang menunggu pemeriksaan dipindahkan agar tidak ikut terjual.
Pencatatan yang rapi memberi tiga manfaat: stok per lokasi akurat sehingga outlet tidak menjual barang yang belum datang, stok minimum bisa diatur per lokasi, dan tanggung jawab jelas karena setiap barang tercatat ada di gudang mana atau sedang dibawa siapa.
Satu langkah atau dua langkah: peran lokasi "dalam perjalanan"
Pada transfer satu langkah, stok asal berkurang dan stok tujuan bertambah pada saat yang sama. Cara ini praktis, tetapi sistem menganggap barang sudah tiba padahal truk mungkin baru berangkat. Bila ada yang kurang, tidak terlihat di mana barang itu hilang.
Pada transfer dua langkah, ada lokasi perantara bernama dalam perjalanan (in transit). Lokasi ini bukan gudang fisik, melainkan lokasi virtual di sistem. Barang di dalamnya tetap milik perusahaan dan tetap dihitung sebagai persediaan.
| Aspek | Satu langkah | Dua langkah (lewat "dalam perjalanan") |
|---|---|---|
| Stok gudang asal berkurang | Saat transfer dicatat | Saat barang dikirim |
| Stok gudang tujuan bertambah | Saat transfer dicatat | Saat barang diterima dan dihitung |
| Barang di jalan terlihat di laporan | Tidak | Ya, sebagai lokasi tersendiri |
| Selisih pengiriman terdeteksi | Baru saat stock opname | Saat penerimaan |
| Cocok untuk | Pindah rak di gedung yang sama, atau dua gudang bersebelahan yang mengirim dan menerima di hari yang sama | Pengiriman ke outlet atau kota lain dengan sopir atau ekspedisi |
Aturan praktisnya: bila barang keluar dari gedung dan ada jeda waktu sebelum diterima, pakai dua langkah.
Alur transfer stok antar gudang dalam 7 langkah
- Permintaan transfer. Outlet atau gudang tujuan mengajukan barang, jumlah, dan tanggal dibutuhkan. Permintaan sebaiknya berangkat dari stok minimum per lokasi, bukan dari telepon dadakan.
- Persetujuan dan cek ketersediaan. Gudang asal memastikan stoknya cukup dan tidak sedang dialokasikan untuk pesanan pelanggan. Tetapkan siapa yang berhak menyetujui, misalnya kepala gudang untuk transfer rutin dan manajer operasional untuk jumlah besar.
- Ambil dan kemas. Petugas mengambil barang sesuai dokumen. Untuk barang yang punya tanggal kedaluwarsa, kirim lot yang kedaluwarsa lebih dulu (FEFO) dan catat nomor lot atau nomor serinya.
- Kirim. Terbitkan dokumen transfer bernomor (misalnya
TRF/2026/10/0012) beserta surat jalan yang memuat daftar barang, jumlah, nama sopir atau ekspedisi, dan nomor resi bila ada. Konfirmasi pengiriman di sistem: stok asal berkurang dan barang pindah ke lokasi dalam perjalanan. - Hitung saat barang tiba. Gudang tujuan menghitung dan memeriksa kondisi barang. Idealnya penerima menghitung tanpa melihat jumlah di surat jalan (blind receiving), agar tidak sekadar mencentang.
- Konfirmasi penerimaan. Catat jumlah yang benar-benar diterima, lalu tanda tangani berita acara serah terima bersama pengantar barang. Baru pada titik ini stok tujuan bertambah.
- Selesaikan selisih dan tutup dokumen. Bila jumlah atau kondisi berbeda, tangani sesuai bagian selisih di bawah. Dokumen transfer baru ditutup setelah status semua barang jelas.
Sebaiknya satu dokumen transfer hanya untuk satu rute, dari satu asal ke satu tujuan. Menggabungkan beberapa tujuan dalam satu dokumen menyulitkan penelusuran bila ada selisih.
Contoh pencatatan: dari gudang pusat ke outlet
Contoh (angka ilustrasi). Sebuah distributor bahan kue punya satu gudang pusat dan dua outlet. Gudang pusat mengirim 40 sak tepung terigu 25 kg ke Outlet B. Harga pokok tepung Rp230.000 per sak, sehingga nilai transfer 40 × Rp230.000 = Rp9.200.000.
Pergerakan jumlah stok per lokasi:
| Tahap | Gudang pusat | Dalam perjalanan | Outlet B | Total perusahaan |
|---|---|---|---|---|
| Sebelum transfer | 100 sak | 0 | 10 sak | 110 sak |
| Setelah dikirim | 60 sak | 40 sak | 10 sak | 110 sak |
| Setelah diterima | 60 sak | 0 | 50 sak | 110 sak |
Total perusahaan tetap 110 sak di setiap tahap. Itulah sebabnya transfer internal bukan penjualan: tidak ada pendapatan, tidak ada HPP, dan tidak ada laba.
Lalu bagaimana jurnalnya? Itu bergantung pada bagan akun Anda.
- Satu akun persediaan untuk semua lokasi (paling umum di UKM). Tidak ada jurnal, karena saldo akun persediaan tidak berubah. Yang berubah hanya catatan jumlah per lokasi di modul stok.
- Akun persediaan dipisah per lokasi (berguna bila tiap cabang punya penanggung jawab atau laporan sendiri). Jurnalnya hanya memindahkan nilai antarakun persediaan:
| Tahap | Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| Kirim | Persediaan dalam perjalanan | 9.200.000 | |
| Persediaan gudang pusat | 9.200.000 | ||
| Terima | Persediaan Outlet B | 9.200.000 | |
| Persediaan dalam perjalanan | 9.200.000 |
Transfer dicatat pada harga pokok, bukan harga jual. "Harga transfer" plus margin boleh dipakai untuk menilai kinerja outlet di laporan manajemen, tetapi jangan dibukukan sebagai pendapatan atau nilai persediaan. Laba antarlokasi dalam satu perusahaan bukan laba yang sesungguhnya.
Menangani selisih saat barang diterima
Selisih paling sering terlihat saat penerimaan. Kuncinya: penerima mencatat apa yang benar-benar datang, dan sisanya tidak dihapus diam-diam.
| Jenis selisih | Contoh | Tindakan | Pencatatan |
|---|---|---|---|
| Kurang terima | Dikirim 40 sak, tiba 38 sak | Terima 38 sak, lalu cek gudang asal, sopir, dan ekspedisi | 2 sak tetap di lokasi dalam perjalanan sampai jelas |
| Lebih terima | Dikirim 40 sak, tiba 42 sak | Cek apakah gudang asal salah hitung atau salah ambil | Koreksi dokumen kirim; jangan langsung menambah stok tujuan |
| Rusak di jalan | 1 sak sobek dan basah | Pisahkan, foto, buat berita acara | Terima ke lokasi karantina, lalu putuskan dihapus atau diklaim |
| Salah barang atau salah lot | Yang datang tepung protein tinggi, bukan protein sedang | Terima sesuai barang yang datang | Buat transfer balik atau koreksi dokumen |
Lanjutan contoh. Dua sak yang kurang ternyata tidak ada di gudang asal maupun di kendaraan. Setelah berita acara ditandatangani, nilainya dihapus: 2 × Rp230.000 = Rp460.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Beban selisih persediaan | 460.000 | |
| Persediaan dalam perjalanan | 460.000 |
Bila semua lokasi memakai satu akun persediaan, kreditnya ke akun persediaan biasa. Bila pengiriman memakai jasa ekspedisi dan ekspedisi setuju mengganti, akun debitnya bukan beban, melainkan piutang klaim ekspedisi. Piutang itu lunas saat ganti rugi diterima.
Tetapkan juga batas waktu. Contohnya, transfer yang lebih dari 3 hari masih berstatus dalam perjalanan wajib ditindaklanjuti kepala gudang. Saldo lokasi dalam perjalanan yang terus menggembung biasanya tanda penerimaan tidak dikonfirmasi di sistem, bukan tanda barang masih di jalan.
Nilai persediaan per lokasi dan ongkos kirim antargudang
Harga pokok tidak berubah karena transfer. Barang yang sama di gudang pusat dan di outlet umumnya bernilai sama per unit, mengikuti metode penilaian perusahaan (FIFO atau rata-rata tertimbang). Di banyak software, harga pokok dihitung per barang untuk seluruh perusahaan, bukan per gudang. Nilai stok per lokasi tinggal jumlah di lokasi itu dikali harga pokok per unit. Bila butuh harga pokok berbeda per lokasi, bahas dulu dengan akuntan dan penyedia software Anda.
Ongkos kirim antargudang punya dua pilihan perlakuan:
| Pilihan | Contoh jurnal (ongkos truk Rp400.000 untuk 40 sak) | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Dibebankan | Beban angkut antargudang (debit), kas (kredit) Rp400.000 | Sederhana, cocok bila nilainya kecil | Harga pokok barang di outlet yang jauh tampak lebih rendah dari biaya sebenarnya |
| Ditambahkan ke harga pokok | Persediaan (debit), kas (kredit) Rp400.000, atau Rp10.000 per sak | Lebih mencerminkan biaya sampai barang siap dijual | Perlu alokasi ke setiap barang, dan administrasinya lebih banyak |
Standar akuntansi persediaan (PSAK 202, dulu PSAK 14) memasukkan biaya untuk membawa persediaan ke lokasi dan kondisi saat ini sebagai bagian dari biaya persediaan. Mana pun pilihannya, tentukan bersama akuntan dan terapkan secara konsisten.
Transfer ke badan usaha lain bukan transfer internal. Bila gudang tujuan milik CV atau PT lain, meskipun pemiliknya sama, perpindahan itu adalah penjualan antarperusahaan. Perusahaan pengirim menerbitkan faktur, dan bagi PKP juga faktur pajak, sedangkan perusahaan penerima mencatat pembelian. Cabang dalam satu badan usaha berbeda: sejak PMK 112/2022 (diubah PMK 136/2023) berlaku penuh pada 1 Juli 2024, cabang ditandai dengan NITKU (Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha) di bawah NPWP pusat, bukan NPWP sendiri. Perlakuan PPN atas pemindahan barang antartempat usaha punya ketentuan tersendiri, jadi konfirmasikan ke konsultan pajak sebelum menetapkan prosedurnya.
Transfer di akhir bulan dan laporan yang perlu dipantau
Barang yang dikirim 31 Oktober dan baru diterima 2 November tetap persediaan perusahaan per 31 Oktober. Di laporan stok, barang itu ada di lokasi dalam perjalanan. Jangan dihapus, dan jangan dihitung dua kali.
Menjelang tutup bulan atau stock opname:
- Tetapkan jam cut-off untuk pengiriman antargudang, misalnya pukul 15.00 di hari terakhir.
- Minta setiap lokasi mengonfirmasi semua penerimaan yang barangnya sudah tiba.
- Cetak daftar transfer terbuka (sudah dikirim, belum diterima) dan cocokkan dengan surat jalan.
- Saat hitung fisik, barang yang masih di jalan dihitung sebagai saldo lokasi dalam perjalanan, bukan stok gudang asal atau tujuan.
Laporan yang layak dipantau rutin:
- Daftar transfer terbuka dan umurnya, untuk menemukan penerimaan yang lupa dikonfirmasi.
- Stok per lokasi, sebagai dasar pengisian ulang dan stok minimum per outlet.
- Selisih penerimaan per rute atau per pengirim, karena selisih yang berulang di rute yang sama perlu diselidiki.
- Frekuensi transfer darurat. Transfer dadakan antaroutlet yang sering biasanya tanda stok minimum di outlet terlalu rendah.
Kesalahan umum dalam transfer stok
- Transfer antarcabang dalam satu perusahaan dicatat sebagai penjualan dan pembelian. Omzet dan HPP membengkak, padahal tidak ada transaksi dengan pihak luar.
- Stok outlet ditambah manual tanpa dokumen transfer, sehingga stok gudang asal tidak berkurang dan barang tercatat ganda.
- Penerima langsung menekan "terima semua" tanpa menghitung, sehingga selisih baru ketahuan saat stock opname.
- Selisih dihapus tanpa berita acara, sehingga penyebabnya tidak pernah diperbaiki.
- Barang menggantung di lokasi dalam perjalanan selama berminggu-minggu.
- Nomor lot tidak ikut dicatat, sehingga barang yang mendekati kedaluwarsa sulit dilacak di outlet.
- Transfer ke perusahaan lain dalam satu grup dicatat sebagai transfer internal, padahal itu penjualan.
- Ongkos kirim antargudang kadang dibebankan, kadang dikapitalisasi. Pilih satu kebijakan dan pegang terus.
Bagaimana Solvy membantu
Solvy adalah software akuntansi dan ERP berbasis cloud untuk UKM Indonesia. Untuk usaha dengan beberapa gudang atau outlet, berikut yang tersedia:
- Multi-gudang dan outlet (mulai paket Advance). Sampai 5 gudang atau outlet di paket Advance, dan tanpa batas di paket Profesional. Paket Lite mencakup persediaan untuk satu gudang. Lihat multi-gudang & outlet.
- Persediaan yang terhubung ke akuntansi. Nomor lot dan nomor seri, aturan stok minimum, dan penilaian persediaan. Lihat persediaan & stok.
- Kasir (POS) di browser atau tablet (mulai paket Advance), untuk outlet yang melayani pembeli langsung. Lihat kasir.
- Laporan keuangan dan ekspor Excel (mulai paket Advance), termasuk neraca dan laba rugi dengan perbandingan periode. Lihat laporan keuangan.
- Multi-perusahaan (paket Profesional). Pembukuan terpisah per badan usaha untuk grup yang punya beberapa CV atau PT. Laporan konsolidasi antarperusahaan belum tersedia. Lihat multi-perusahaan.
Ada beberapa batasan yang perlu Anda ketahui. Solvy belum memiliki aplikasi pemindai barcode khusus maupun aplikasi mobile native; di gudang, Solvy dipakai lewat browser di HP atau tablet. Persetujuan berjenjang untuk dokumen bisnis juga belum tersedia, sehingga aturan siapa yang menyetujui permintaan transfer perlu dijalankan sebagai prosedur internal. Untuk usaha dagang dengan beberapa cabang, lihat juga halaman retail & distribusi.
Ingin melihat cara kerja multi-gudang di Solvy untuk alur usaha Anda? Jadwalkan demo.
Informasi ini bersifat edukatif per 30 Oktober 2026. Untuk kondisi bisnis Anda, konsultasikan dengan konsultan pajak terdaftar.
Pertanyaan umum
Apa itu transfer stok antar gudang?
Transfer stok antar gudang adalah pemindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lain milik perusahaan yang sama, misalnya dari gudang pusat ke outlet. Total stok dan nilai persediaan perusahaan tidak berubah; yang berubah hanya lokasinya.
Apakah transfer stok antar gudang perlu dijurnal?
Bila semua lokasi memakai satu akun persediaan, tidak ada jurnal karena saldo akun tidak berubah; yang dicatat hanya pergerakan jumlah per lokasi. Bila akun persediaan dipisah per lokasi, jurnalnya memindahkan nilai antarakun persediaan pada harga pokok, tanpa pendapatan dan tanpa laba.
Apa yang dimaksud stok dalam perjalanan?
Stok dalam perjalanan adalah barang yang sudah keluar dari gudang asal tetapi belum dikonfirmasi diterima gudang tujuan. Barang itu tetap milik perusahaan dan tetap dihitung sebagai persediaan, dicatat di lokasi virtual tersendiri.
Bagaimana jika barang yang diterima kurang dari yang dikirim?
Terima sesuai jumlah yang benar-benar datang dan biarkan kekurangannya di lokasi dalam perjalanan sampai diselidiki. Bila barang memang hilang, buat berita acara lalu catat sebagai beban selisih persediaan, atau sebagai piutang klaim bila ekspedisi bersedia mengganti.
Apakah ongkos kirim antargudang masuk ke harga pokok barang?
Ongkos itu bisa dibebankan langsung atau ditambahkan ke harga pokok persediaan. Banyak UKM membebankannya karena nilainya kecil; yang penting kebijakannya ditetapkan bersama akuntan dan diterapkan secara konsisten.
Apakah kirim barang ke cabang perlu faktur pajak?
Pemindahan barang antarlokasi dalam satu badan usaha bukan penjualan, tetapi perlakuan PPN antartempat usaha punya ketentuan tersendiri, jadi konfirmasikan ke konsultan pajak. Bila tujuannya badan usaha lain, meskipun pemiliknya sama, itu penjualan yang memerlukan faktur, dan bagi PKP juga faktur pajak.
Sumber
- PMK 112/2022 s.t.d.d. PMK 136/2023 tentang NPWP bagi wajib pajak orang pribadi, badan, dan instansi pemerintah (NIK, NPWP 16 digit, NITKU) — https://news.ddtc.co.id/berita/download-peraturan/1803676/nik-npwp-16-digit-nitku-mulai-1-juli-2024-download-aturan-di-sini
- DJP — sosialisasi NIK sebagai NPWP — https://www.pajak.go.id/en/node/104719
- Ortax — Penggunaan NITKU sebagai pengganti NPWP cabang — https://ortax.org/penggunaan-nitku-sebagai-pengganti-npwp-cabang
Rapikan faktur, pajak dan stok dalam satu sistem
Lihat bagaimana Solvy menangani alur ini untuk usaha Anda.