Cara Memilih Software Akuntansi untuk UKM: 8 Kriteria, Biaya 3 Tahun & Kapan Perlu ERP
Panduan memilih software akuntansi untuk UKM berdasarkan kriteria, bukan daftar vendor: transaksi khas, kesiapan Coretax, pengguna, gudang, laporan, data, migrasi, dan contoh menghitung total biaya 3 tahun dalam Rupiah.
Oleh Tim Solvy · Tim produk & implementasi Solvy
Software akuntansi untuk UKM yang tepat adalah software yang menjalankan 3–5 transaksi khas usaha Anda dari awal sampai jurnal, menyiapkan data pajak untuk Coretax tanpa diketik ulang, cukup untuk jumlah pengguna dan lokasi usaha Anda, dan total biayanya masuk akal untuk tiga tahun ke depan. Daftar fitur terpanjang atau harga langganan termurah jarang menjadi penentu yang tepat.
Panduan ini ditulis untuk usaha dengan 2–30 pengguna, yaitu pemilik usaha, staf keuangan, dan akuntan yang mendampingi mereka. Isinya delapan kriteria pemilihan, cara menghitung total biaya dengan contoh Rupiah, langkah menguji software saat demo, dan kesalahan yang sering terjadi.
Tanda usaha Anda perlu software akuntansi (atau perlu ganti)
Excel dan buku kas masih cukup untuk usaha dengan transaksi sedikit dan satu orang pencatat. Berikut tanda bahwa cara itu mulai tidak memadai:
- Tutup buku memakan waktu lebih dari dua minggu. Laporan laba rugi bulan lalu baru selesai pertengahan bulan ini, sehingga keputusan selalu terlambat.
- Ada spreadsheet pendamping untuk satu jenis transaksi. Misalnya "rekap DP pelanggan", "kartu piutang per sales", atau "stok outlet B". Setiap spreadsheet pendamping adalah sumber selisih saat tutup buku.
- Stok di catatan berbeda dengan stok di gudang, dan tidak ada yang bisa menjelaskan kapan selisihnya muncul.
- Usaha sudah PKP dan faktur pajak keluaran masih diketik ulang satu per satu di Coretax.
- Lebih dari dua orang mencatat transaksi, dan Anda perlu membatasi siapa yang boleh melihat atau mengubah data tertentu.
- Status pajak berubah. Sejak PP 20/2026 (berlaku 22 April 2026), CV, firma, dan PT yang baru terdaftar tidak bisa memakai PPh Final 0,5% dan wajib menyelenggarakan pembukuan. Rinciannya ada di panduan PP 20/2026.
Kalau dua atau lebih tanda di atas cocok dengan kondisi Anda, saatnya mulai membandingkan software.
Software akuntansi atau ERP: mana yang Anda butuhkan?
Software akuntansi berpusat pada pembukuan: faktur, tagihan pemasok, kas dan bank, jurnal, pajak, dan laporan keuangan. ERP (Enterprise Resource Planning) mencakup semua itu ditambah modul operasional, seperti persediaan multi-gudang, kasir, CRM, proyek, manufaktur, dan penggajian, yang memakai satu basis data yang sama.
| Aspek | Software akuntansi | ERP untuk UKM |
|---|---|---|
| Cakupan | Faktur, pembelian, kas/bank, jurnal, pajak, laporan | Akuntansi ditambah operasional: stok, kasir, CRM, proyek, produksi, gaji |
| Cocok untuk | Usaha jasa sederhana atau dagang satu gudang, 1–5 pengguna | Usaha dengan beberapa gudang/outlet, tim penjualan, proyek, atau produksi |
| Kelebihan | Harga langganan lebih rendah, cepat dipelajari | Transaksi operasional langsung menjadi jurnal; lebih sedikit spreadsheet pendamping |
| Risiko | Modul operasional dibeli terpisah lalu disambung manual | Biaya dan waktu implementasi lebih besar; fitur yang tidak dipakai tetap dibayar |
Pertanyaan penentunya sederhana: berapa banyak pekerjaan operasional yang saat ini dicatat di luar pembukuan, lalu disalin ke pembukuan? Kalau hampir tidak ada, software akuntansi biasa sudah cukup. Kalau tim Anda setiap hari menyalin data dari aplikasi kasir, spreadsheet gudang, atau catatan proyek, ERP layak dipertimbangkan.
8 kriteria memilih software akuntansi untuk UKM
Pakai kriteria berikut sebagai daftar periksa saat membandingkan vendor. Kriteria 1 dan 2 biasanya paling menentukan cocok atau tidaknya sebuah software.
1. Transaksi khas usaha Anda
Hampir semua software bisa membuat faktur dan laporan laba rugi. Pembedanya ada di transaksi khas, misalnya:
- Biro perjalanan dan lembaga kursus menerima deposit atau pembayaran di muka yang harus dicatat sebagai kewajiban, bukan pendapatan.
- Agensi dan forwarder menagihkan biaya titipan (dana talangan) yang hanya diteruskan ke pihak ketiga dan tidak boleh menggelembungkan omzet.
- Distributor perlu piutang per salesman dan pemantauan umur piutang per pelanggan.
- Konveksi dan produsen makanan perlu HPP per order atau per resep.
Tuliskan 3–5 transaksi khas usaha Anda, lalu jadikan itu skenario uji saat demo. Peta transaksi khas untuk tujuh jenis usaha ada di panduan software akuntansi sesuai jenis usaha.
2. Kesiapan pajak dan Coretax
Sejak 1 Januari 2025, administrasi pajak berjalan di Coretax DJP (PMK 81/2024). Menurut PER-11/PJ/2025, e-Faktur dibuat lewat portal Coretax, baik dengan input manual maupun impor file XML, atau lewat aplikasi yang terintegrasi dengan sistem DJP melalui PJAP (Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan yang ditunjuk DJP). Karena itu, ada dua model software di pasar:
- Ekspor XML. Software menyiapkan data faktur sesuai template XML DJP. Anda mengimpor berkasnya di Coretax, lalu menyetujuinya di sana.
- Integrasi lewat PJAP. Software tersambung ke sistem DJP melalui PJAP, baik milik grup vendor sendiri maupun mitra. Biasanya ada biaya atau langganan tambahan.
Keduanya sah. Yang perlu Anda cek adalah detailnya:
- Apakah ekspor XML mengikuti template DJP yang berlaku? Template ini diperbarui berkala, jadi tanyakan bagaimana vendor menyesuaikannya.
- Apakah software menyimpan DPP, DPP Nilai Lain, dan PPN secara terpisah? Untuk barang dan jasa non-mewah, PPN dihitung 12% dari DPP Nilai Lain sebesar 11/12 harga jual, sehingga beban efektifnya 11% (PMK 131/2024). Faktur seperti ini memakai kode transaksi 04.
- Apakah kolom identitas pelanggan menyimpan NIK atau NPWP 16 digit, serta NITKU 22 digit untuk lokasi usaha, tanpa memotong angka nol di depan?
- Apakah nomor seri faktur pajak (17 digit, diberikan DJP setelah e-Faktur disetujui) bisa dicatat kembali di transaksi?
- Apakah ada laporan PPN keluaran dan masukan untuk mencocokkan pembukuan dengan data di Coretax?
- Apakah software mendukung skema PPN yang Anda pakai, misalnya PPN dengan besaran tertentu?
Waspadai klaim "terhubung langsung ke DJP" tanpa penjelasan. Tanyakan lewat PJAP mana integrasi itu berjalan. Alur lengkapnya, termasuk batas unggah dan persetujuan e-Faktur paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya, ada di panduan e-Faktur Coretax. Gambaran kewajiban pajak per jenis badan usaha ada di panduan pajak UMKM 2026.
3. Jumlah pengguna dan hak akses
Harga software umumnya dihitung per pengguna, atau per paket dengan kuota pengguna. Hitung siapa saja yang benar-benar perlu login: admin penjualan, gudang, kasir, keuangan, pemilik, dan akuntan eksternal. Lalu tanyakan:
- Berapa pengguna yang termasuk dalam paket, dan berapa harga pengguna tambahan? Harga per pengguna tambahan antarvendor bisa berbeda beberapa kali lipat.
- Bisakah akses dibatasi? Misalnya sales hanya melihat faktur miliknya, dan hanya staf keuangan yang boleh mencatat pembayaran.
- Apakah ada alur persetujuan untuk pembelian atau diskon besar, dan apakah perubahan data tercatat di log audit?
4. Gudang, cabang, dan badan usaha
Usaha yang tumbuh biasanya berkembang ke salah satu dari tiga arah: gudang atau outlet baru, cabang di kota lain, atau badan usaha baru.
- Gudang dan outlet. Periksa batas jumlah gudang per paket dan apakah transfer stok dicatat dalam dua langkah, yaitu kirim lalu terima. Penjelasannya ada di panduan transfer stok antar gudang.
- Cabang. Cabang tidak lagi memiliki NPWP sendiri. Lokasi usaha diidentifikasi dengan NITKU di bawah NPWP pusat, jadi pastikan software bisa mencatatnya per lokasi.
- Lebih dari satu badan usaha. Pembukuan tiap PT atau CV harus terpisah. Tanyakan apakah satu langganan bisa memuat beberapa perusahaan, dan apakah tersedia laporan konsolidasi bila Anda membutuhkannya.
5. Persediaan dan HPP
Untuk usaha dagang dan produksi, modul stok menentukan akurasi laba. Cek hal berikut:
- Metode penilaian persediaan, misalnya FIFO atau rata-rata, dan apakah metode itu bisa diterapkan konsisten. Pilihan metodenya sebaiknya dikonfirmasi dengan akuntan atau konsultan pajak Anda.
- Apakah penerimaan barang langsung menambah nilai persediaan, dan penjualan langsung membentuk HPP, tanpa jurnal manual.
- Nomor lot atau nomor seri, stok minimum, dan alur stock opname.
- Bila Anda memproduksi barang: BoM (daftar bahan) dan order produksi.
Pembahasan lengkapnya ada di panduan manajemen stok barang.
6. Laporan yang benar-benar Anda pakai
Jangan terkesan dengan banyaknya jenis laporan. Tulis lima laporan yang Anda buka setiap bulan, lalu pastikan software menghasilkannya tanpa diolah ulang di Excel. Bagi sebagian besar UKM, daftarnya kurang lebih sama:
- laba rugi dan neraca dengan perbandingan periode;
- umur piutang dan umur utang;
- laporan PPN;
- mutasi dan nilai stok;
- laba per proyek atau per order, bila relevan.
Pastikan juga laporan bisa diekspor ke Excel untuk akuntan, bank, atau investor.
7. Data, keamanan, dan cara keluar
Data pembukuan adalah aset jangka panjang. UU KUP Pasal 28 ayat (11) mewajibkan buku, catatan, dan dokumen dasar pembukuan, termasuk yang dikelola secara elektronik, disimpan selama 10 tahun di Indonesia. Tanyakan kepada vendor:
- Di mana data disimpan, dan seberapa sering dicadangkan?
- Bagaimana cara mengekspor data bila suatu saat Anda pindah software, dan dalam format apa?
- Apa yang terjadi pada data bila langganan berhenti?
- Bagaimana vendor memproses data pribadi pelanggan Anda? UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi sudah wajib dipatuhi sejak Oktober 2024, dan aturan pelaksananya, PP 33/2026, berlaku mulai 16 Januari 2027.
Data yang tersimpan di cloud tidak otomatis memenuhi kewajiban penyimpanan dokumen. Untuk pertanyaan spesifik, misalnya lokasi server dan bentuk arsip, konfirmasikan ke konsultan pajak Anda.
8. Implementasi, migrasi, dan dukungan
Software yang cocok tetap bisa gagal karena implementasinya buruk. Tanyakan:
- Siapa yang mengimpor data induk (akun, kontak, produk) dan saldo awal (piutang dan utang terbuka, stok, aset)? Apakah ada biayanya?
- Berapa lama pelatihan, dan untuk peran apa saja?
- Kanal dukungan apa yang tersedia, dan pada jam berapa?
- Apakah tersedia uji coba, demo dengan skenario Anda, atau lingkungan uji untuk mencoba perubahan?
Menghitung total biaya 3 tahun: contoh dalam Rupiah
Harga langganan hanya satu komponen biaya. Total biaya kepemilikan (total cost of ownership/TCO) juga mencakup pengguna tambahan, modul tambahan, implementasi, dan jam kerja manual yang masih tersisa setelah software dipakai. Contoh berikut memakai angka ilustrasi, bukan harga vendor tertentu.
Kasus contoh: distributor dengan 6 pengguna, 2 gudang, kasir di toko depan, dan banyak pelanggan yang membayar DP. Biaya kerja staf admin (gaji dan tunjangan dibagi jam kerja) diasumsikan Rp60.000 per jam.
| Komponen (36 bulan) | Vendor A: aplikasi akuntansi + add-on | Vendor B: ERP satu paket |
|---|---|---|
| Langganan dasar | Rp350.000 × 36 = Rp12.600.000 (2 pengguna) | Rp1.500.000 × 36 = Rp54.000.000 (5 pengguna) |
| Pengguna tambahan | 4 × Rp60.000 × 36 = Rp8.640.000 | 1 × Rp250.000 × 36 = Rp9.000.000 |
| Modul tambahan (gudang kedua dan kasir) | Rp300.000 × 36 = Rp10.800.000 | Sudah termasuk |
| Implementasi dan migrasi | Dikerjakan sendiri, 40 jam × Rp60.000 = Rp2.400.000 | Rp5.000.000 |
| Rekap manual di spreadsheet (DP dan stok) | 15 jam × Rp60.000 × 36 = Rp32.400.000 | 3 jam × Rp60.000 × 36 = Rp6.480.000 |
| Total 3 tahun | Rp66.840.000 | Rp74.480.000 |
Dalam contoh ini Vendor A lebih hemat Rp7.640.000 selama tiga tahun. Namun hasilnya sangat bergantung pada jam kerja manual. Setiap tambahan 1 jam rekap manual per bulan menaikkan biaya Vendor A sebesar Rp2.160.000 (1 jam × Rp60.000 × 36 bulan). Bila rekap manual di Vendor A mencapai 19 jam per bulan, totalnya menjadi Rp75.480.000, dan Vendor B berubah menjadi pilihan yang lebih hemat.
Pelajaran dari contoh ini:
- Ukur jam kerja manual dengan jujur. Catat selama dua minggu berapa jam tim menyalin data antar-spreadsheet dan mencocokkan selisih.
- Pakai harga normal untuk tahun kedua dan ketiga. Diskon sering hanya berlaku untuk kontrak pertama.
- Masukkan pertumbuhan. Bila tahun depan Anda menambah gudang atau pengguna, hitung ulang dengan angka itu.
- Jangan memaksakan ERP. Kalau kebutuhan Anda memang hanya pembukuan dan faktur, software dengan langganan lebih rendah sering kali pilihan yang lebih masuk akal.
Cara menguji software saat demo: 8 langkah
- Siapkan lima skenario nyata dari kriteria 1. Contoh: "Pelanggan membayar DP 30%, barang dikirim dari gudang B, sisanya ditagih saat pelunasan."
- Minta demo dengan skenario Anda, bukan presentasi standar. Kirim skenarionya ke vendor beberapa hari sebelumnya.
- Jalankan setiap skenario sampai jurnal. Lihat dokumen yang terbentuk, jurnalnya, dan dampaknya ke laporan.
- Uji pajak sampai berkas akhir. Buat faktur ber-PPN, ekspor atau kirim datanya, lalu periksa kode transaksi, DPP Nilai Lain, dan identitas pembeli.
- Uji hak akses dengan masuk sebagai pengguna sales atau kasir.
- Buka lima laporan wajib Anda dan cocokkan angkanya dengan skenario yang baru dijalankan.
- Minta penawaran tertulis yang memuat semua komponen TCO: paket, pengguna tambahan, modul, implementasi, dan ketentuan harga tahun berikutnya.
- Rencanakan go-live di awal periode, idealnya awal bulan atau awal tahun buku, dengan saldo awal yang sudah dicocokkan dengan neraca terakhir.
Bila Anda didampingi akuntan atau konsultan pajak, ajak mereka ke sesi demo. Mereka biasanya cepat melihat apakah jurnal dan laporan PPN yang dihasilkan masuk akal.
Kesalahan umum saat memilih software akuntansi
- Memilih dari harga langganan saja. Pengguna tambahan, modul tambahan, dan jam kerja manual bisa lebih besar daripada selisih harga paket.
- Memilih dari daftar fitur terpanjang. Fitur yang tidak menyentuh transaksi khas Anda tidak menambah nilai, tetapi tetap ikut dibayar.
- Tidak menanyakan detail integrasi pajak. "Bisa untuk Coretax" bisa berarti ekspor XML atau integrasi lewat PJAP. Alur kerja dan biayanya berbeda.
- Mengabaikan batas paket. Sebagian paket entry membatasi jumlah faktur, produk, gudang, atau omzet. Pastikan batas itu cukup untuk dua tahun ke depan.
- Pindah di tengah tahun tanpa saldo awal yang rapi. Akibatnya, laporan tahun berjalan terpecah di dua sistem dan sulit direkonsiliasi.
- Tidak menyiapkan jalan keluar. Pastikan Anda tahu cara mengekspor data sebelum menandatangani kontrak.
Perbandingan bertanggal antara Solvy dan beberapa software akuntansi lain di Indonesia ada di halaman bandingkan.
Bagaimana Solvy membantu
Solvy adalah software ERP berbasis cloud untuk UKM Indonesia, dibangun di atas Odoo 19 Community. Data dihosting di pusat data Jakarta, dengan backup harian yang disalin ke penyimpanan terpisah. Setiap pelanggan mendapat alamat sendiri (nama.solvy.id) dan antarmuka berbahasa Indonesia. Berikut pemetaannya ke kriteria di atas, dengan paket terendah yang menyertakan fitur dalam kurung:
- Transaksi khas: deposit pelanggan dan uang muka dicatat sebagai kewajiban dan dipakai melunasi faktur; biaya titipan membuat tagihan pemasok dari faktur pelanggan dan menyediakan laporan margin per order (Advance).
- Pajak: faktur, pembayaran, dan jurnal dengan bagan akun Indonesia, PPN keluaran dan masukan, serta NPWP/NIK/NIB di kontak (Lite). Untuk e-Faktur, Solvy membantu menyiapkan data faktur pajak keluaran dan mengekspornya dalam format XML sesuai template Coretax DJP, untuk diimpor melalui menu Impor Data di Coretax. Nomor seri faktur pajak diberikan oleh DJP setelah e-Faktur disetujui, dan Solvy dapat mencatat nomor tersebut di transaksi Anda. Solvy bukan PJAP, sehingga tidak mengirim e-Faktur langsung ke DJP.
- Pengguna dan hak akses: hak akses faktur sendiri, tim, atau semua, beserta hak mencatat pembayaran (Advance).
- Gudang dan badan usaha: persediaan satu gudang dengan lot/nomor seri, stok minimum, dan penilaian persediaan (Lite); multi-gudang sampai 5 lokasi (Advance) atau tanpa batas (Profesional); multi-perusahaan dengan pembukuan terpisah per badan usaha, tanpa laporan konsolidasi (Profesional).
- Operasional: kasir (POS) di browser atau tablet, CRM, proyek, dan timesheet (Advance); manufaktur dan penggajian, dengan aturan PPh 21 dan BPJS yang dikonfigurasi saat setup (Profesional). Field, form, dan otomasi tambahan tanpa kode tersedia lewat Solvera Studio (Profesional).
- Laporan: laporan keuangan berupa buku besar, neraca saldo, umur piutang dan utang, laporan PPN, serta laba rugi dan neraca dengan perbandingan periode, ditambah ekspor Excel (Advance).
- Migrasi: tim Solvy mengimpor data induk dan saldo awal, yaitu akun, kontak, produk, piutang dan utang terbuka, deposit, dan aset, sebagai bagian dari onboarding.
Batasannya perlu Anda ketahui sejak awal. Layar rekonsiliasi bank dan impor mutasi bank belum tersedia. Laporan konsolidasi, anggaran, dan log audit juga belum ada. Solvy belum punya aplikasi mobile native (yang tersedia adalah tampilan web di browser HP), alur persetujuan untuk order dan faktur belum tersambung, dan belum ada integrasi marketplace. Dari sisi harga, untuk jumlah pengguna yang sama Solvy lebih mahal daripada banyak aplikasi yang berfokus pada pembukuan (berdasarkan harga publik yang kami cek pada 25 Oktober 2026). Solvy lebih masuk akal bila Anda membutuhkan beberapa modul operasional sekaligus dalam satu sistem.
Harga daftar per November 2026: Lite Rp598.000 per bulan (2 pengguna, tambahan Rp198.000 per pengguna), Advance Rp1.798.000 (5 pengguna, tambahan Rp298.000), dan Profesional Rp4.980.000 (10 pengguna, tambahan Rp398.000). Tagihan tahunan setara 10 kali tagihan bulanan. Rinciannya ada di halaman harga. Saat ini belum ada uji coba mandiri; Anda bisa menjadwalkan demo dan meminta tim kami menjalankan skenario transaksi usaha Anda.
Informasi ini bersifat edukatif per 4 November 2026. Untuk kondisi bisnis Anda, konsultasikan dengan konsultan pajak terdaftar.
Pertanyaan umum
Software akuntansi seperti apa yang cocok untuk UKM?
Yang bisa menjalankan transaksi khas usaha Anda dari awal sampai jurnal, menyiapkan data e-Faktur untuk Coretax, cukup untuk jumlah pengguna dan gudang Anda, dan total biaya tiga tahunnya terjangkau. Uji dengan 3–5 skenario transaksi nyata saat demo, bukan hanya dengan membaca daftar fitur.
Apa beda software akuntansi dan ERP untuk UKM?
Software akuntansi berfokus pada faktur, kas dan bank, jurnal, pajak, dan laporan keuangan. ERP menambahkan modul operasional seperti stok multi-gudang, kasir, CRM, proyek, produksi, dan penggajian dalam satu basis data, sehingga transaksi operasional langsung menjadi jurnal.
Apakah software akuntansi harus terhubung langsung ke Coretax?
Tidak harus. Menurut PER-11/PJ/2025, e-Faktur bisa dibuat di portal Coretax, termasuk lewat impor file XML, atau lewat aplikasi yang terintegrasi melalui PJAP yang ditunjuk DJP. Yang penting, data faktur benar dan e-Faktur diunggah serta disetujui paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.
Berapa biaya software akuntansi untuk UKM?
Tergantung jumlah pengguna, modul, dan model harga vendor. Hitung total biaya 3 tahun: langganan, pengguna tambahan, modul tambahan, implementasi, dan jam kerja manual yang masih tersisa, karena komponen di luar harga paket sering kali menentukan.
Kapan sebaiknya UKM pindah dari Excel ke software akuntansi?
Saat tutup buku makan waktu lebih dari dua minggu, ada spreadsheet pendamping untuk transaksi tertentu, atau usaha sudah PKP dengan banyak faktur. Lakukan go-live di awal bulan atau awal tahun buku dengan saldo awal yang dicocokkan ke neraca terakhir.
Sumber
- PMK 131/2024 tentang tarif PPN dan DPP Nilai Lain 11/12 (JDIH Kemenkeu) — https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-131-tahun-2024
- DJP — Kode transaksi 04 (DPP Nilai Lain) di Coretax — https://pajak.go.id/en/node/113949
- DJP — Template XML dan converter Excel ke XML untuk Coretax — https://pajak.go.id/reformdjp/coretax/template-xml-dan-converter-excel-ke-xml
- PP 20/2026 tentang perubahan PP 55/2022 (BPK) — https://peraturan.bpk.go.id/Details/349415/pp-no-20-tahun-2026
- UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (BPK) — https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022
- DDTC — PER-11/PJ/2025: batas unggah e-Faktur mundur ke tanggal 20 — https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1811029/batas-upload-faktur-pajak-mundur-jadi-tanggal-20
- DDTC — PER-11/PJ/2025: kode dan nomor seri faktur pajak 17 digit — https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1811127/per-11pj2025-pertegas-ketentuan-kode-dan-nomor-seri-faktur-pajak
- Pajakku — Layanan PJAP menurut PER-5/PJ/2025 — https://pajakku.com/artikel/jenis-layanan-pjap-terbaru-berdasarkan-per-5pj2025
- DDTC — Dokumen dasar pembukuan wajib disimpan 10 tahun (UU KUP Pasal 28 ayat (11)) — https://news.ddtc.co.id/berita/nasional/1805429/alasan-dokumen-dasar-pembukuan-wajib-disimpan-selama-10-tahun
- Ortax — NITKU sebagai pengganti NPWP cabang — https://ortax.org/penggunaan-nitku-sebagai-pengganti-npwp-cabang
Rapikan faktur, pajak dan stok dalam satu sistem
Lihat bagaimana Solvy menangani alur ini untuk usaha Anda.