Akuntansi Perusahaan Jasa & Agensi: Cara Menghitung Profit per Proyek dan per Klien
Panduan akuntansi perusahaan jasa dan agensi: menghitung biaya per jam tim, profit per proyek dan per klien dari timesheet, mencatat DP, PPN dan PPh 23, lengkap dengan contoh angka Rupiah dan jurnalnya.
Oleh Tim Solvy · Tim produk & implementasi Solvy
Akuntansi perusahaan jasa pada dasarnya sama dengan akuntansi usaha lain: ada jurnal, buku besar, dan laporan keuangan. Bedanya, yang Anda jual adalah waktu dan keahlian tim, sehingga biaya terbesar, yaitu gaji, tidak otomatis menempel ke proyek atau klien tertentu. Untuk tahu proyek dan klien mana yang benar-benar menguntungkan, Anda perlu menghubungkan empat data: nilai yang ditagih, jam kerja tim, biaya pihak ketiga, dan uang muka.
Panduan ini mengikuti alur kerja agensi dan usaha jasa dari prospek, penawaran harga, proyek, dan timesheet, sampai margin per klien. Setiap tahap dilengkapi contoh angka dalam Rupiah (semua angka adalah ilustrasi), contoh jurnal, dan catatan pajaknya.
Apa yang membuat akuntansi perusahaan jasa berbeda
Buku teks biasanya menyebut perusahaan jasa "tidak punya persediaan barang dagang", lalu berhenti di situ. Dalam praktik agensi, konsultan, studio desain, atau penyedia jasa lain, perbedaannya lebih luas.
| Aspek | Perusahaan dagang | Perusahaan jasa / agensi |
|---|---|---|
| Yang dijual | Barang | Waktu, keahlian, hasil kerja |
| Biaya pokok | Harga pokok penjualan (HPP) barang | Jam kerja tim + biaya langsung proyek (freelancer, produksi, lisensi) |
| Biaya per transaksi | Tercatat saat barang keluar | Tidak otomatis; perlu timesheet untuk tahu jam habis ke proyek mana |
| Kapan pendapatan diakui | Saat barang diserahkan | Saat pekerjaan diserahkan atau sesuai tahap yang disepakati |
| Uang di muka | Kadang-kadang | Sangat umum: DP proyek, retainer bulanan |
| Biaya yang ditalangi untuk klien | Jarang | Sering: belanja iklan, cetak, talent, tiket |
| Pajak yang sering muncul | PPN | PPN (bila PKP) dan PPh 23 yang dipotong klien |
Konsekuensinya, laporan laba rugi biasa hanya menjawab "apakah perusahaan untung bulan ini". Laporan itu tidak menjawab "proyek mana yang menggerus laba" atau "klien mana yang menghabiskan jam tim tanpa sebanding dengan bayarannya". Dua pertanyaan terakhir inilah inti profitabilitas bisnis jasa.
Ada satu alasan lagi untuk merapikan angka ini di 2026. Sejak PP 20/2026 (berlaku 22 April 2026), CV, firma, dan PT yang baru terdaftar tidak lagi dapat memakai PPh Final 0,5% dari omzet. Agensi berbentuk badan seperti itu menghitung PPh badan dari laba, sehingga pembukuan yang memisahkan pendapatan dan biaya dengan benar langsung berpengaruh ke pajaknya. Penjelasan lengkapnya ada di artikel PP 20/2026 dan dampaknya pada pembukuan.
Alur agensi dari prospek sampai margin: data apa yang dicatat di tiap tahap
Profit per proyek tidak bisa dihitung di akhir bila datanya tidak ditangkap sejak awal. Berikut tahap-tahapnya beserta data yang perlu dicatat.
| Tahap | Dokumen atau aktivitas | Data yang perlu ditangkap |
|---|---|---|
| 1. Prospek | Catatan di CRM | Sumber prospek, perkiraan nilai, kebutuhan klien |
| 2. Penawaran harga | Quotation | Estimasi jam per peran, fee jasa, biaya pihak ketiga terpisah, termin |
| 3. Proyek dimulai | Proyek dan daftar tugas | Estimasi jam per tugas, penanggung jawab, tenggat |
| 4. Uang muka | Proforma, lalu penerimaan DP | DP dicatat sebagai kewajiban, bukan pendapatan |
| 5. Pengerjaan | Timesheet harian | Jam per orang per tugas, termasuk revisi dan rapat |
| 6. Biaya pihak ketiga | Tagihan pemasok | Ditautkan ke klien atau order agar bisa ditagihkan ulang |
| 7. Penagihan | Invoice termin atau pelunasan, kuitansi | DP dipotongkan, PPN (bila PKP), bukti potong PPh 23 dari klien |
| 8. Evaluasi | Rekap margin | Estimasi vs aktual, margin per proyek dan per klien |
Kebocoran margin paling sering terjadi di tahap 5 dan 6: jam revisi yang tidak dicatat, dan biaya yang ditalangi tetapi lupa ditagihkan. Untuk dokumen di tahap 4 dan 7, panduan invoice dan penagihan UKM membahasnya secara rinci.
Langkah 1: Hitung biaya per jam tim
Semua perhitungan profit bisnis jasa bertumpu pada satu angka: berapa biaya perusahaan untuk satu jam kerja setiap orang. Angka ini berbeda dari tarif yang Anda tagihkan ke klien.
Rumus: biaya per jam = total biaya karyawan per bulan ÷ jam kerja tersedia per bulan
Total biaya karyawan mencakup gaji, tunjangan tetap, iuran BPJS porsi perusahaan, serta THR dan bonus yang dirata-ratakan per bulan. Jam kerja tersedia adalah jam kerja normal sebulan, misalnya 22 hari × 7,5 jam = 165 jam.
| Peran | Total biaya per bulan | Jam tersedia | Biaya per jam |
|---|---|---|---|
| Project manager | Rp13.200.000 | 165 | Rp80.000 |
| Desainer | Rp9.900.000 | 165 | Rp60.000 |
| Developer | Rp14.850.000 | 165 | Rp90.000 |
| Copywriter | Rp8.250.000 | 165 | Rp50.000 |
Beberapa catatan:
- Pakai total biaya, bukan gaji pokok saja. Gaji pokok membuat biaya per jam tampak lebih murah dari kenyataan.
- Pisahkan overhead. Sewa kantor, langganan software, gaji admin dan keuangan, serta waktu pemilik tidak dimasukkan ke biaya per jam di atas. Overhead dibahas terpisah di bawah, supaya Anda bisa melihat dua lapis laba: margin proyek dan laba perusahaan.
- Perbarui setiap ada kenaikan gaji, minimal setahun sekali.
Utilisasi: jam yang benar-benar dipakai untuk klien
Tidak semua 165 jam dipakai untuk pekerjaan klien. Ada rapat internal, pitching, pelatihan, dan waktu menunggu brief. Perbandingan jam untuk klien dengan jam tersedia disebut utilisasi.
Rumus: utilisasi = jam tercatat untuk pekerjaan klien ÷ jam tersedia
Misalnya desainer di atas hanya mencatat 99 jam untuk proyek klien dalam sebulan. Utilisasinya 99 ÷ 165 = 60%. Biaya bulanannya tetap Rp9.900.000, sehingga biaya efektif per jam kerja klien menjadi Rp9.900.000 ÷ 99 = Rp100.000, bukan Rp60.000. Tarif yang dihitung dari Rp60.000 per jam akan terlihat untung di atas kertas, tetapi menipis di laporan laba rugi.
Tidak ada angka utilisasi yang cocok untuk semua usaha. Tentukan target sendiri dari data beberapa bulan pertama, lalu pantau trennya.
Langkah 2: Susun penawaran harga dari estimasi jam
Penawaran yang sehat dimulai dari estimasi jam per peran, bukan dari "harga pasaran". Harga pasar tetap perlu dicek, tetapi sebagai pembanding, bukan titik awal.
Contoh: penawaran proyek website company profile untuk Klien A.
| Peran | Estimasi jam | Biaya per jam | Estimasi biaya |
|---|---|---|---|
| Project manager | 24 | Rp80.000 | Rp1.920.000 |
| Desainer | 100 | Rp60.000 | Rp6.000.000 |
| Developer | 160 | Rp90.000 | Rp14.400.000 |
| Copywriter | 40 | Rp50.000 | Rp2.000.000 |
| Subtotal tenaga kerja | 324 | Rp24.320.000 | |
| Freelancer ilustrasi + lisensi foto | Rp5.500.000 | ||
| Total estimasi biaya proyek | Rp29.820.000 |
Agensi lalu menawarkan fee jasa Rp60.000.000 (belum termasuk PPN), dengan termin 50% di muka dan 50% saat serah terima. Estimasi margin proyek: Rp60.000.000 − Rp29.820.000 = Rp30.180.000, atau 50,3% dari nilai proyek.
Perhatikan bahwa margin dihitung dari harga jual, sedangkan markup dihitung dari biaya. Fee Rp60.000.000 atas biaya Rp29.820.000 berarti markup sekitar 101%, tetapi marginnya 50,3%. Keduanya sering tertukar saat menentukan harga.
Tips menyusun penawaran:
- Pisahkan fee jasa dari biaya pihak ketiga seperti belanja iklan, cetak, atau talent. Biaya pihak ketiga ditagihkan terpisah agar tidak bercampur dengan pendapatan jasa.
- Tulis batas lingkup kerja: jumlah revisi, jumlah halaman atau konten, dan durasi. Revisi di luar batas ditagihkan sebagai pekerjaan tambahan.
- Minta uang muka untuk klien baru, terutama bila ada biaya pihak ketiga yang harus dibayar di awal.
- Simpan estimasi jam per tugas. Angka ini menjadi pembanding saat proyek berjalan.
Langkah 3: Catat timesheet per tugas, termasuk revisi
Timesheet adalah sumber data biaya terbesar di bisnis jasa. Tanpa timesheet, profit per proyek hanyalah tebakan.
Aturan praktis agar timesheet bisa dipakai:
- Catat setiap hari, jangan direkap di akhir minggu. Ingatan tentang jam kerja cepat kabur.
- Catat per tugas, bukan hanya per proyek. Dengan begitu Anda tahu bagian mana yang membengkak: desain, development, atau revisi.
- Catat juga pekerjaan yang tidak ditagih, seperti revisi dalam batas, rapat dengan klien, atau membalas chat. Justru jam inilah yang paling sering menggerus margin.
- Buat proyek internal untuk pitching, pelatihan, dan administrasi, supaya utilisasi bisa dihitung.
- Bandingkan estimasi dengan aktual setiap minggu, jangan menunggu proyek selesai. Pembengkakan yang terlihat di minggu kedua masih bisa dibicarakan dengan klien.
Langkah 4: Hitung profit per proyek
Rumus: margin proyek = pendapatan proyek − biaya tenaga kerja (jam timesheet × biaya per jam) − biaya langsung proyek
Lanjutan contoh Klien A setelah proyek selesai:
| Peran | Estimasi jam | Jam aktual | Biaya aktual |
|---|---|---|---|
| Project manager | 24 | 30 | Rp2.400.000 |
| Desainer | 100 | 120 | Rp7.200.000 |
| Developer | 160 | 220 | Rp19.800.000 |
| Copywriter | 40 | 40 | Rp2.000.000 |
| Total tenaga kerja | 324 | 410 | Rp31.400.000 |
| Biaya langsung (freelancer, lisensi) | Rp5.500.000 | ||
| Total biaya proyek | Rp36.900.000 |
- Pendapatan proyek: Rp60.000.000
- Margin proyek aktual: Rp60.000.000 − Rp36.900.000 = Rp23.100.000 (38,5%)
- Margin yang direncanakan: Rp30.180.000 (50,3%)
Selisih Rp7.080.000 berasal dari 86 jam tambahan, sebagian besar di development. Dari sudut lain, pendapatan per jam kerja turun dari Rp185.185 (Rp60.000.000 ÷ 324 jam) menjadi Rp146.341 (Rp60.000.000 ÷ 410 jam).
Pertanyaan evaluasi setelah proyek selesai:
- Apakah tambahan jam berasal dari permintaan di luar lingkup yang seharusnya ditagihkan?
- Apakah estimasi untuk jenis tugas ini memang selalu terlalu rendah? Bila ya, perbaiki templat penawaran berikutnya.
- Apakah ada biaya pihak ketiga yang belum ditagihkan ulang?
Dari margin proyek ke laba perusahaan
Margin proyek belum memperhitungkan overhead. Misalkan overhead agensi Rp45.000.000 per bulan untuk sewa, software, serta gaji admin dan keuangan. Total margin dari semua proyek dan retainer bulan itu harus melebihi Rp45.000.000 agar perusahaan untung. Jadi, evaluasi proyek memakai margin proyek, sedangkan kesehatan perusahaan dilihat dari laporan laba rugi.
Tip pembukuan: pisahkan akun gaji tim yang mengerjakan proyek (beban pokok pendapatan) dari gaji admin dan manajemen (beban umum dan administrasi). Dengan begitu, laba kotor di laporan laba rugi menjadi indikator margin jasa yang bermakna.
Langkah 5: Hitung profit per klien, terutama klien retainer
Klien retainer membayar tetap per bulan, sehingga pekerjaannya jarang "selesai" dan jarang dievaluasi. Padahal di sinilah lingkup kerja sering melebar diam-diam.
Contoh rekap satu bulan dengan rata-rata biaya tim Rp70.000 per jam:
| Klien | Retainer per bulan | Jam tercatat | Biaya tenaga kerja | Biaya langsung | Margin | Margin % |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Klien B | Rp25.000.000 | 180 | Rp12.600.000 | Rp1.000.000 | Rp11.400.000 | 45,6% |
| Klien C | Rp15.000.000 | 190 | Rp13.300.000 | Rp0 | Rp1.700.000 | 11,3% |
| Klien D | Rp10.000.000 | 60 | Rp4.200.000 | Rp500.000 | Rp5.300.000 | 53,0% |
Dari sisi omzet, Klien C ada di urutan kedua. Dari sisi jam, Klien C justru paling menyita waktu tim dan hampir tidak menyisakan margin. Pilihan yang bisa diambil:
- Tinjau ulang lingkup kerja. Apa saja yang dikerjakan tim di luar kesepakatan awal?
- Batasi jam atau jumlah output per bulan di kontrak, lalu tagihkan kelebihannya.
- Naikkan retainer pada perpanjangan berikutnya, dengan data jam sebagai dasar negosiasi.
- Ubah model penagihan menjadi per proyek atau per jam bila kebutuhan klien sulit diprediksi.
Data jam per klien juga membantu negosiasi. Kalimat "Tim kami mencatat 190 jam untuk akun Anda bulan lalu, sementara retainer dihitung untuk 120 jam" jauh lebih meyakinkan daripada "pekerjaannya banyak".
Pendapatan, uang muka, dan pajak: contoh jurnal
Bagian ini merangkum pencatatan yang paling sering muncul di perusahaan jasa. Contoh memakai proyek Klien A (fee Rp60.000.000, DP 50%). Asumsinya: agensi sudah PKP dan memakai tarif umum PPh, sedangkan klien adalah badan usaha yang memotong PPh 23.
Hitungan pajak per termin Rp30.000.000:
- PPN: 12% × DPP Nilai Lain (11/12 × Rp30.000.000 = Rp27.500.000) = Rp3.300.000, setara 11% dari fee (PMK 131/2024).
- PPh 23: 2% × Rp30.000.000 = Rp600.000. Dasar pemotongannya jumlah bruto tanpa PPN, bukan DPP Nilai Lain.
- Uang yang diterima: Rp30.000.000 + Rp3.300.000 − Rp600.000 = Rp32.700.000.
1. Terima DP 50%. Pekerjaan belum diserahkan, jadi DP adalah kewajiban.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas/Bank | Rp32.700.000 | |
| Pajak dibayar di muka – PPh 23 | Rp600.000 | |
| Uang muka pelanggan | Rp30.000.000 | |
| PPN keluaran | Rp3.300.000 |
2. Proyek diserahkan, invoice pelunasan. DP dipotongkan dari tagihan, dan seluruh fee diakui sebagai pendapatan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Uang muka pelanggan | Rp30.000.000 | |
| Piutang usaha | Rp33.300.000 | |
| Pendapatan jasa | Rp60.000.000 | |
| PPN keluaran | Rp3.300.000 |
3. Terima pelunasan.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Kas/Bank | Rp32.700.000 | |
| Pajak dibayar di muka – PPh 23 | Rp600.000 | |
| Piutang usaha | Rp33.300.000 |
Catatan penting:
- Faktur pajak dibuat saat DP diterima, lalu faktur pelunasan merujuk faktur uang muka tersebut. Langkahnya di Coretax ada di panduan faktur pajak uang muka dan pelunasan.
- Minta bukti potong PPh 23 dari klien setiap kali dipotong. Tanpa bukti potong, selisih Rp600.000 menggantung sebagai piutang yang seolah kurang bayar.
- Tarif PPh 23 sebesar 2% berlaku untuk imbalan jasa teknik, manajemen, konsultan, dan jasa lain yang tercantum di PMK 141/PMK.03/2015 (Pasal 23 UU PPh). Pastikan jenis jasa Anda dan kode objek pajaknya bersama konsultan pajak.
- Usaha yang memakai PPh Final 0,5% (misalnya orang pribadi atau PT Perorangan, PP 55/2022 s.t.d.d. PP 20/2026) mengikuti perlakuan yang berbeda untuk potongan dari klien. Penghasilan dari pekerjaan bebas berbasis keahlian, seperti konsultan, juga dikecualikan dari skema tersebut. Konfirmasikan posisi usaha Anda ke konsultan.
- Retainer yang ditagih di muka untuk layanan bulan berikutnya diperlakukan seperti DP: dicatat sebagai pendapatan diterima di muka, lalu diakui sebagai pendapatan pada bulan layanan diberikan. Prinsipnya sama dengan deposit pelanggan.
- Proyek panjang dengan beberapa termin: kapan pendapatan diakui, per tahap selesai atau sesuai kemajuan pekerjaan, bergantung pada isi kontrak dan standar akuntansi yang Anda pakai. Sepakati kebijakannya dengan akuntan, lalu terapkan secara konsisten.
Ringkasan kewajiban pajak lain untuk usaha kecil ada di panduan pajak UMKM 2026.
Biaya pihak ketiga yang ditagihkan ulang ke klien
Agensi sering menalangi biaya atas nama klien: belanja iklan, cetak, sewa alat, talent, atau tiket perjalanan. Ada dua risiko di sini. Biaya bisa lupa ditagihkan, atau tercampur dengan pendapatan jasa sehingga margin terlihat janggal.
Contoh: agensi menalangi belanja iklan Rp15.000.000 untuk Klien B. Bila dicatat sebagai pendapatan Rp15.000.000 dan beban Rp15.000.000, omzet terlihat naik tetapi persentase margin turun, padahal tidak ada nilai tambah. Bila lupa ditagihkan, Rp15.000.000 itu langsung menjadi kerugian.
Langkah praktis:
- Catat biaya titipan di akun terpisah dari pendapatan jasa, sesuai kebijakan yang sudah dikonsultasikan.
- Tautkan setiap tagihan pemasok ke klien atau order asalnya.
- Cocokkan setiap bulan: semua tagihan pemasok untuk klien harus sudah muncul di invoice klien.
- Simpan bukti tagihan pihak ketiga. Bukti ini juga menentukan perlakuan PPN dan PPh 23-nya.
Syarat dan jurnal biaya titipan dibahas di artikel PPN reimbursement dan biaya titipan ke klien.
Laporan yang perlu dipantau secara rutin
| Laporan | Pertanyaan yang dijawab | Frekuensi |
|---|---|---|
| Rekap timesheet per proyek dan per orang | Jam tim habis ke mana? | Mingguan |
| Estimasi vs aktual jam per proyek | Proyek mana yang mulai membengkak? | Mingguan |
| Margin per proyek | Jenis proyek mana yang menguntungkan? | Saat proyek selesai |
| Margin per klien | Klien mana yang perlu ditinjau lingkup atau tarifnya? | Bulanan atau kuartalan |
| Utilisasi tim | Kapasitas tim terpakai atau perlu tambah orang? | Bulanan |
| Umur piutang | Siapa yang terlambat membayar? | Mingguan |
| Saldo uang muka klien | DP mana yang belum dipakai melunasi tagihan? | Bulanan |
| Laba rugi dengan perbandingan periode | Apakah margin perusahaan membaik? | Bulanan |
Bila tim masih kecil, mulailah dari tiga laporan pertama. Laporan lain bisa ditambahkan setelah timesheet berjalan rutin.
Kesalahan umum yang menggerus profit bisnis jasa
- Menghitung profit proyek dari invoice dikurangi biaya vendor saja. Jam tim, yang justru biaya terbesar, terlewat.
- Tidak mencatat jam revisi dan komunikasi. Proyek terlihat sesuai estimasi, padahal tim lembur.
- Menentukan tarif dari harga pasaran tanpa mengecek biaya per jam dan utilisasi.
- Mencatat DP atau retainer di muka langsung sebagai pendapatan. Laba bulan itu terlalu tinggi, bulan berikutnya terlalu rendah.
- Mencampur biaya titipan dengan pendapatan jasa, atau lupa menagihkannya.
- Mengabaikan potongan PPh 23, sehingga piutang tidak pernah lunas di pembukuan.
- Retainer tanpa batas lingkup kerja.
- Menilai klien dari besarnya omzet, bukan dari margin dan jam yang dihabiskan.
Bagaimana Solvy membantu
Solvy adalah software akuntansi dan ERP berbasis cloud untuk UKM Indonesia, dibangun di atas Odoo 19 Community. Untuk usaha jasa dan agensi, berikut yang tersedia:
- CRM, proyek, dan timesheet (mulai paket Advance). Pipeline prospek per tahap, pengingat tindak lanjut, dan penawaran yang dibuat langsung dari prospek. Proyek berisi tugas dengan penanggung jawab dan tenggat, dan tim mencatat jam kerja per tugas dengan rekap per proyek, per orang, dan per periode. Lihat CRM, proyek & timesheet.
- Penawaran sampai faktur (semua paket). Penawaran yang disetujui menjadi order lalu faktur. Lihat penjualan, pembelian & kontak.
- Proforma dan kuitansi (semua paket) untuk meminta DP dan mengonfirmasi pembayaran. Lihat faktur, proforma & kuitansi.
- Deposit pelanggan dan uang muka (mulai paket Advance). DP dicatat sebagai kewajiban dan dipakai untuk melunasi faktur termin berikutnya. Lihat deposit pelanggan.
- Biaya titipan (mulai paket Advance). Tagihan pemasok dibuat dari faktur klien, dilengkapi laporan margin per order. Lihat biaya titipan.
- Hak akses faktur (mulai paket Advance) untuk memisahkan apa yang dilihat tim akun dan tim keuangan. Lihat hak akses faktur.
- Laporan keuangan (mulai paket Advance): laba rugi dengan perbandingan periode, umur piutang, faktur terbuka, dan ekspor ke Excel. Lihat laporan keuangan.
- e-Faktur. Solvy membantu menyiapkan data faktur pajak keluaran dan mengekspornya dalam format XML sesuai template Coretax DJP, untuk diimpor melalui menu Impor Data di Coretax.
Ada batasan yang perlu Anda ketahui. Contoh biaya per jam serta margin per proyek dan per klien di artikel ini disusun dari rekap jam timesheet dan data faktur; artikel ini tidak mengasumsikan adanya laporan profitabilitas proyek siap pakai, jadi tanyakan saat demo bagaimana alur ini dipetakan untuk usaha Anda. Solvy juga belum memiliki fitur anggaran (budget) akuntansi. e-Bupot belum otomatis, sehingga bukti potong yang Anda buat sebagai pemotong tetap dibuat di Coretax. Faktur pajak pun tidak dikirim langsung ke DJP karena Solvy bukan PJAP.
Ingin melihat alurnya dengan data contoh? Jadwalkan demo.
Informasi ini bersifat edukatif per 2 November 2026. Untuk kondisi bisnis Anda, konsultasikan dengan konsultan pajak terdaftar.
Pertanyaan umum
Apa perbedaan akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang?
Perusahaan jasa tidak menjual persediaan, sehingga biaya pokoknya adalah jam kerja tim dan biaya langsung proyek, bukan HPP barang. Karena gaji tidak otomatis menempel ke proyek, perusahaan jasa perlu timesheet untuk mengetahui profit per proyek dan per klien.
Bagaimana cara menghitung profit per proyek?
Kurangkan pendapatan proyek dengan biaya tenaga kerja (jam timesheet × biaya per jam tiap orang) dan biaya langsung seperti freelancer atau lisensi. Hasilnya adalah margin proyek; overhead kantor dibandingkan terpisah dengan total margin semua proyek.
Bagaimana cara menghitung biaya per jam karyawan?
Bagi total biaya karyawan per bulan (gaji, tunjangan, iuran BPJS porsi perusahaan, serta THR dan bonus yang dirata-ratakan) dengan jam kerja tersedia sebulan. Contoh: Rp9.900.000 ÷ 165 jam = Rp60.000 per jam.
Apakah DP dari klien boleh langsung dicatat sebagai pendapatan?
Tidak. Selama pekerjaan belum diserahkan, DP adalah kewajiban (uang muka pelanggan) dan baru menjadi pendapatan saat pekerjaan diserahkan. Bila Anda PKP, faktur pajak tetap dibuat saat DP diterima.
Apakah tagihan jasa agensi dipotong PPh 23?
Imbalan jasa teknik, manajemen, konsultan, dan jasa lain yang tercantum di PMK 141/PMK.03/2015 dipotong PPh 23 sebesar 2% dari jumlah bruto tanpa PPN oleh klien yang menjadi pemotong. Pastikan jenis jasa dan kode objek pajaknya dengan konsultan pajak, dan selalu minta bukti potongnya.
Apa itu utilisasi tim dan mengapa penting?
Utilisasi adalah jam tim yang dipakai untuk pekerjaan klien dibagi jam kerja tersedia. Makin rendah utilisasi, makin tinggi biaya efektif per jam kerja klien, sehingga tarif yang terlihat untung bisa ternyata bermargin tipis.
Sumber
- PP 20/2026 tentang perubahan PP 55/2022 (BPK, status Berlaku) — https://peraturan.bpk.go.id/Details/349415/pp-no-20-tahun-2026
- DJP — "PP 20/2026: Tarif PPh 0,5% bagi UMKM Orang Pribadi Berlaku Selamanya" (3 Jun 2026) — https://www.pajak.go.id/en/node/119950
- PMK 131/2024 tentang tarif PPN (JDIH Kemenkeu, status Berlaku) — https://jdih.kemenkeu.go.id/dok/pmk-131-tahun-2024
- DJP — "PMK 131/2024: Tarif PPN Sebelas-Dua Belas" — https://www.pajak.go.id/en/node/113453
- DJP — PPh Pasal 23 (tarif, objek, PMK 141/PMK.03/2015) — https://www.pajak.go.id/en/node/35004
- DDTC — DPP PPh 23 saat PPN memakai DPP Nilai Lain — https://news.ddtc.co.id/review/konsultasi/1808313/ppn-gunakan-dpp-nilai-lain-bagaimana-dengan-dpp-pph-pasal-23-nya
Rapikan faktur, pajak dan stok dalam satu sistem
Lihat bagaimana Solvy menangani alur ini untuk usaha Anda.